Wednesday, August 29, 2018

To All The Years We've Been Friends


Dear Intan,

I didn't notice you the first time we met, you offered to help in the faculty orientation group project.

I didn't know how we end up being friends, you and I just hang out together way too much 😂

I remember the first year we signed up for Acehnese group dance, you gave me ride everytime we went for practice.

I remember sitting in the end of the row, you by my side.

I went into WO, you in the board. You're da boss! The kind of humble boss who still hang out with me 😂

I arranged the class schedule, you helped me with the portal. Every semester 😂

I've been teasing you a lot, yet you've been so kind.

I just had to disturb your preference of being alone by barging on to your room almost everyday due to my preference of being not alone, yet you always accept me anyway.

I also disturbed you a lot with my mess in your old room, yet you didn't run out of patience for me.

I didn't have friends to eat and I insisted to drag you outside, and you made me the meals.

I was bored, you gave me movies and serials.

I was excited by something good I think you'd like too, you do like it too.

I knew you want this frame with pictures in it combined to carve your name, you made it for me as birthday gift. With my name of course.

I say countless awful things, yet you forgive me anyway.

I forget way too many things, you don't.

To all the years we've been friends, thank you.

Love,
A.

Tuesday, August 28, 2018

#MODYARHOOD: Learning by Playing

Bismillahirrahmaanirrahiim.


Tulisan ini adalah tulisan pertama yang saya buat dalam rangka mengikuti #MODYARHOOD dari @byputy dan @mamamolilo, yang bertemakan mainan anak 😆

Judul tulisan kali ini terinspirasi dari sebuah quote terkenal, "Learning by Doing" dan kulwap (kuliah WhatsApp) yang saya ikuti beberapa hari lalu mengenai sosio-emosional anak. Secara garis besar, terdapat tiga tipe anak dari segi cara belajarnya, yakni visual, audio, dan kinestetik.



TIPE BELAJAR ANAK

Sumber: astieyoung.com

Ada dua cara untuk mengetahui tipe belajar anak, yakni dengan observasi dan wawancara. Untuk anak yang belum lancar bicara dan mengungkapkan maksudnya, orang tua dapat melakukan observasi pada anaknya. Nah, cara "gampang" untuk mengetahui tipe belajar anak adalah dengan melihat media yang lebih disukai anak, jenis kegiatan kesukaannya, dengan cara apa anak lebih mudah mengingat, kondisi apa yang disukai anak. Tipe belajar anak bisa tidak cuma satu, melainkan bisa juga kombinasi, tapi dari beberapa clues di atas, untuk saat ini saya menyimpulkan anak saya memiliki tipe belajar kinestetik-audio. Kenapa?

1. Dia kurang tertarik pada gambar-gambar, lebih pada kegiatan yang "bergerak".
2. Dia lebih mudah mengingat sesuatu ketika saya melakukan gerakan dan suara untuk menunjukkan maksud saya.
3. Kondisi anak saat berkegiatan cenderung berantakan.

Oke mungkin untuk poin terakhir memang sebagian besar anak kecil berantakan dan suka eksplorasi ya 😂

Saya juga meyakini bahwa setiap saat anak belajar, sehingga proses belajar dan bermain pada anak sulit dipisahkan, karena ketika mereka bermain, mereka sebenarnya juga sedang belajar 😁 

Hence, in my kid's case, learning by playing, right?

Sesuai juga kan sama tagline-nya Zoe Toys: learn better with playing.
#ehem



STIMULASI BERMAIN

Saya akui saya pun seperti Mbak Puty dan Mamamo yang memimpikan kondisi bermain yang peaceful, edukatif, kreatif, kalau bisa pun bebikinan mainan DIY, pokoknya hal-hal yang sering berseliweran di Instagram dan Pinterest, bahkan kita saved. Hahahaha.


To be honest, ilustrasi di atas sedikit banyak menggambarkan ekspektasi dan realita kita para ibu-ibu ya? 😂

Selain itu, qadarullah saya pernah menonton video Dokter Tiwi yang menjelaskan stimulasi pada anak. Hal yang saya ingat betul ditekankan di situ adalah pentingnya membesarkan anak senatural mungkin. Berawal dari sini pun, saya semakin yakin mainan dan media pembelajar anak tidak harus mahal, bahkan penting untuk bermain dengan media yang ada di sekitar kita on daily basis.

Ketika saya mengobservasi anak dari sejak lahir serta belajar perkembangan anak di mana indera pendengaran berkembang lebih dulu, mulailah saya bikin mainan pertama untuk anak saya, yaitu botol bekas yang diisi kancing-kancing baju. Fun fact, setelah itu anak saya dibelikan mainan oleh neneknya berupa kerincingan-kerincingan yang beragam bentuk dan warnanya, tapi mainan favoritnya ternyata adalah botol bekas isi kancing tadi, sama mainan yang beli dari toko malah cuma tahan sebentar 😂 Intinya dia lebih suka barang yang bukan mainannya lah 😂

Oh ya, sejauh ini ada dua keuntungan yang saya rasakan:
1. Anak jadi lebih kreatif memainkan benda yang "biasa". Suatu ketika anak saya pernah sangat tertarik dengan karet gelang yang melingkari suatu kotak. Dia tertarik dengan karet gelang ini, dipegang-pegang, ditarik, digeser, dipuntir-puntir, hingga dia berhasil mengeluarkannya dari kotak, kemudian setelah itu dimasukkan ke mulut (of course) 😩😂
2. Hal ini juga bikin saya ngga terlalu rempong kalau keluar rumah bawa anak, no need to bring her favorite toy, because she has none! Hahahaha saya pernah juga dibilang ibu low budget atau ibu yang malas gara-gara ini. Ya biarin aja, alhamdulillah malah hemat kan 😂 Karena memang faktanya anak saya ketika di luar rumah pun tertarik dengan barang lain yang dia temui. Biarinlah dia eksplorasi 😌

Hal ini bikin saya makin yakin kalau benda-benda yang ada di rumah bisa banget jadi media bermain dan belajar anak. Ditambah dengan tipe belajarnya yang kinestetik, cenderung nggak bisa diam, dan "kepo" kalau lihat barang baru apapun pasti tertarik sampai nangis kalau ngga dibolehin pegang 😥 saya juga memperhatikan kalau dia udah kepo banget, kemudian dikasih pegang, udah deh, penasarannya hilang 😀 cara ini akhirnya saya terapkan dalam kegiatannya. Apapun yang dia inginkan, saya kasih tunjuk, kasih lihat, kasih pegang, kasih icip sedikit 😂 Misalnya dia penasaran sama raket nyamuk yang dipake Abinya, kepengen banget pegang sampe cerewet babbling, akhirnya dikasih peganglah bagian gagangnya aja. Udah deh, abis itu main yang lainnya. Atau ketika di dapur ada baskom isinya potongan sayur-sayur yang lagi dicuci, eh dia kepengen banget pegang, yaudah deh celupin aja tangannya ke baskom, eh dia sendiri yang narik tangannya karena geli megang sawi putih 😂 Hanya satu hal yang saya belum bisa atasi, kalau dia pengen deketin stop kontak 😭 

Mainan anak saya bisa dihitung pake jari. Itu pun ngga ada yang beli sendiri, pasti kado, dan kalo ditanya pengen kado apa juga saya jawabnya buku anak 😂 Cita-cita orang tua ya, memang, agar anaknya dibiasakan dengan buku jadi suka membaca. So far, buku yang dia punya ada soft book, busy book, dan board book. Yang paling tahan lama dia mainkan? Tentu sajaaa busy book 😏 Secara tipe belajarnya kinestetik ya, dia bisa anteng mainin tali, kancing, serta zipper di dalamnya. Board book biasanya cuma dipandangi beberapa detik, atau kalaupun dipegang lama dimainkan dengan bolak-balik lembarannya (kalau buku biasa mah disobek 😭). Soft book biasa? Bye-bye 😓

Namun dari pengalaman saya sejauh ini bermain bersama anak, satu hal yang saya yakini adalah bahwa bermain juga merupakan cara untuk bonding orang tua dan anak. Sebisa mungkin saya dampingi dia ketika dia bermain apa pun (yah anaknya juga nempeeel ga mau lepas), tapi yang sekarang masih jadi PR buat saya adalah how to give full attention kepada anak ketika sedang bermain karena saya akui saya sendiri masih sering colongan bales WhatsApp atau buka Instagram ketika main sama anak 😢 Mungkin karena itu juga saya jadi lebih suka bermain sama anak yang sayanya juga bisa ikutan main HAHAHAHA #alesan



WORLD MAP MAGNETIC STICKERS

Oke jadi langsung pada inti sub judul ini, jika tulisan saya terpilih untuk mendapatkan hadiah, saya ingin sekali mendapatkan hadiah dari Zoe Toys berupa World Map Magnetic Stickers 😩😂


Biasanya saya jarang tertarik pada mainan-mainan anak, tapi kalau ini, rasanya seperti membangkitkan inner child dalam diri saya 😩😌 Kenapa saya tertarik banget sama benda ini?

1. Saya seneeeeeng banget hal-hal berbau pengetahuan geografis. To be honest, saya sudah niat nulis post ini dari lama tapi belom kelar juga, dan begitu Mbak Puty update di instagram story tentang iming-iming hal geografis dan ternyata info #Modyarhood kali ini, saya langsung tancap gas 😂
2. Karena permainan ini memiliki maksud dan tujuan yang spesifik yakni meletakkan setiap magnet pada tempatnya yang sesuai, bermain world map magnetic stickers ini akan melibatkan interaksi orang tua dan anak dalam prosesnya. Orang tua perlu menjelaskan bangunan apakah ini, di manakah letaknya, apa warnanya, dan lain sebagainya yang tentu saja juga berperan sebagai stimulasi bahasa untuk anak.
3. Saya ikutan semua kuis buzzfeed yang dishare Mbak Puty 😂 Dari kecil bacaan saya Buku Pintar jaman dulu yang warna sampulnya abu-abu tuh, bagian terfavorit adalah informasi negara-negara di dunia mulai dari ibu kota, mata uang, bendera, sampe letaknya juga saya bisa tunjukkin di Atlas (buku favorit kedua setelah Buku Pintar 😂).

Jalan-jalan ke Cikini
Bersama keluarga tercinta
Sekian tulisan saya kali ini
Semoga bermanfaat untuk yang membaca
(dan semoga menang aamiiiiiiin!!!) #teteup


Friday, August 17, 2018

Sailormoon 2018

I can't never get enough of saying I'm proud of how far we've come :")

Look how things are so different right now.
I'm married, and now there's Kaisara.
So is Angie, with her Rayna. She's going through her master study too, close to finishing it.
Following Iim, who recently finished her master and graduated.
Like Intan, who's the first to chase postgrad study among us, and now working in a multinational corporate.
Same like Yusti, who has hijrah recently while still working in coal corporate.
Aaaaaaand Upik is pregnant!

Yesterday's big news that she told me through whatsapp where she said she's been reading my blog and it made me cry a little bit inside :"""

Semoga Allah selalu berkahi jalan kita semua, di mana pun dan bagaimana pun jalannya.

Semoga Iim Intan Yusti disegerakan ibadah seumur hidupnya terus kita liburan 6 keluarga 😂
Semoga aku Upik Yusti bisa tercapai juga impian S2 nya.
Semoga Iim diberikan tempat berkarya yang nyaman dan sesuai keinginannya.
Semoga Angie lancar selesai S2 nya.
Semoga Upik lancar kehamilannya lahirannya seterusnya.
Semoga diberikan hidayah untuk mantap hijrah juga kayak Yusti.
Dan semoga-semoga lainnya.

Waiting for Upik Jr! ><

Saturday, July 28, 2018

Dear Upik

Today is probably your happiest day, so far? Or is it yesterday?

I can't tell how sorry I am (and how devastating it feels) for not making it there T_T

I'd probably say, "You know it doesn't mean I love you any less kan? What's more important is that I'll always pray for your goodness," but I guess you'd already know that right? You know it better than me anyway.

As much as I miss our togetherness, so is your journey ahead. I've been married for a year only, but this is truly what I feel in my first year. I don't know if you'll go through the same thing or not (because I guess everyone might have the same experience), which I wish not, but just in case you do, here's what:

Sometimes I question myself, "Why did I say yes to him? I should've said different."

But then somehow Allah made me read this somewhere:

"Setiap kekurangan pasangan adalah ladang pahala."

Like a slap in my face, and just like that, I don't question it again.

Selamat beribadah :)

Sunday, June 3, 2018

Emansipasi Wanita

Sosok Kartini menginspirasi banyak orang, yang menuntut "keadilan", tapi menurutku, mungkin, just maybe, Kartini akan sedih kalau melihat ia dijadikan simbol perempuan yang menentang dan menantang laki laki, karena sesungguhnya emansipasi bukan tentang itu, bukan juga memaksa perempuan jadi pria, bukan juga sesempit financially independent, but beyond everything it's about learning, creative thinking, and creating.

Kids, About You

You're not mine. Were never, will never be.

Anak adalah titipan Allah, bukan pemberian.

You'll go someday, and never I want to keep you either.

You're not forever being a kid, because you're not supposed to. I'm not going to raise you as merely cute kid, I am supposed to shape you into a decent human being. A worshipper, who's benefiting others in your adventure. A future wife of someone good, no, someone great! Someone who's worthy. A future mother raising qurrota a'yun.

I'll consider myself succeed if I have decent grandchildren, but until then, I'll be staying back and watching you shine, but please know this, you're always in my prayers. My only wish is you could do just the same for me.

Karena sesungguhnya punya anak memang bukan untuk berharap ada yang jagain ketika tua, karena kita akan kecewa bila berharap pada manusia. I want to make sure the next generation has the good people, well-raised one. I want them to inherit the best qualities from us, and their good qualities is for their future family, future kids.

Hidup Adalah Ujian

Inget pas kelas 3 SMA, ada ujian nasional, ada seleksi masuk kampus. Pas bimbel sm mahasiswa BTA, intermezzo lah.

"Ujian. Diuji, lolos ngga, kalo memenuhi standar, ya lulus. Semua bisa lulus, asal memenuhi standar, ga ada kuota, ga usah siku sikutan fokus sama diri sendiri aja. Beda sama seleksi, pake kuota, disaring, yang terbaik yang masuk, jadi yaa berkompetisi dengan yang lain, harus lebih baik."

Entah kenapa, tadi merenung, dan sadar aja hidup ini bukan seleksi. Hidup ini ujian saja. Kalau kita baik, orang lain baik, win win. Ngga perlu saling mengalahkan. Justru kita bisa ajak orang lain jadi baik juga, ngga perlu takut kalah. Kayak UN aja, belajar bareng, lulus bareng, kalo ada temen yang ga bisa ya diajarin, kalo kita ga bisa ga minta temen ajarin. Begitu juga dg hidup.

Maka, amar ma'ruf nahi munkar.
Mengajak ke kebaikan, menghindar dari keburukan.

Thursday, May 31, 2018

Kids, know what you want in life, do something, and pray for it


Probably the word that doesn't describe me the most is ambitious.

I don't feel like I have ever had any ambition at all. I just go with the flow, and sometimes I think it's good, sometimes I don't.

The thing is, I never knew what I want to do in life, and that's my mistake number one.

Now that I know, I wish I had tried harder.

Now that I know I want to build a family who will reunite in heaven. Aamiin.

Had I known earlier this is what I want to do the most, I would have prayed a lot more for anything related to it. I have never prayed for specific criteria of what my husband would have, nor for what kind of live I want to live, nor for what kind of children I want to raise.

Now that I know I want to build a family who will reunite in jannah, I pray in every second that Allah might guide me.

Make no mistake, kids, I've been grateful to have husband like your father, it's just that I realise that I did never pray for it. I never rrally envision myself. I don't have that I-can-see-my-future thing. I wish I had.

Of course your husband is not perfect, now I pray for Allah to guide him, to guide us always, for the better.

Now that I have you, I pray for Allah to guide me to be able to guide you. Raising shalih and shalihah children is now my ambition.

Kids, it's far easier when you know what you want from the start. You can picture it as real as possible, ask to Allah every single little detail in your dream, and work hard to make your dream come true.

I pray that you have the purest dream too.

Wednesday, May 30, 2018

"Apakah kamu pikir kamu tidak akan diuji?"

Things do happen to us.
And we're not defined by what happens to us.

Bad things happen, and we wonder, what did we do wrong?
Apa salahku nasibku gini amat?

But then I realise, yah, this is the test.
Ini ujianku.
Who are we to skip the test?

Nabi Adam dirayu setan dan tergoda, anaknya membunuh anaknya yang lain. Nabi Nuh ditinggalkan anak istrinya. Nabi Ibrahim melawan raja yang kejam, tidak punya anak sampai usia tua. Nabi Yusuf dibuang kakak-kakaknya. Nabi Musa dihanyutkan ke sungai dan melawan ayah angkatnya sendiri. Nabi Muhammad ngga kenal ayahnya dari lahir, ibunya meninggal waktu kecil, disusul kakeknya tersayang pula.

Who are we to skip the test?

Things do happen to us.
And we are how we react to it.

Balanced Parenting

Membesarkan anak manusia itu susah banget. Ngga ada guidelines nya. Dan ada beribu cara jadi orang tua yang baik.

Reading many advices, I struggle to understand the lines, until I realise, we do need every advice.

1. To tell we're the boss, is necessary, but we also need to know how to do it without being bossy, without being Maha Benar.

2. Perlunya kita memilihkan hal hal yang baik untuk anak anak kita, seperti pendidikan, makanan, pakaian, juga melatih anak bersyukur dengan apa yang dimiliki, tapi juga perlu melatih mereka make decisions sendiri, untuk hal hal tertentu.

3. Pentingnya menjelaskan hal hal yang memang penting, tapi jangan juga lupa menyempatkan diri untuk bertanya pada anak, biarkan mereka mencoba berpikir.

4. Tentang meminimalisir kata "jangan", tapi juga menerapkan kata "jangan" untuk hal-hal yang perlu dilarang, untuk menegaskan betapa berbahayanya, tentunya disertai alasan.

5. Memuji anak dengan tepat, jangan sampai terlampau banyak sampai ia gila pujian, jangan sampai terlalu pelit until they spend their life looking for praises.

6. To avoid overstimulate, tapi juga tidak malas menstimulasi.

7. Menyeimbangkan "boleh" dan "tidak boleh". Mengijinkan hal hal untuk dilakukan selama dalam aturan. Membolehkan dengan syarat. Follow the framework.

See how difficult it is?

And the list doesn't even stop here.

Belum tentang dunia dan akhirat.

And I've never seen any couple more balanced than my parent.

Balanced Parenting

Membesarkan anak manusia itu susah banget. Ngga ada guidelines nya. Dan ada beribu cara jadi orang tua yang baik.

Reading many advices, I struggle to understand the lines, until I realise, we do need every advice.

1. To tell we're the boss, is necessary, but we also need to know how to do it without being bossy, without being Maha Benar.

2. Perlunya kita memilihkan hal hal yang baik untuk anak anak kita, seperti pendidikan, makanan, pakaian, juga melatih anak bersyukur dengan apa yang dimiliki, tapi juga perlu melatih mereka make decisions sendiri, untuk hal hal tertentu.

3. Pentingnya menjelaskan hal hal yang memang penting, tapi jangan juga lupa menyempatkan diri untuk bertanya pada anak, biarkan mereka mencoba berpikir.

4. Tentang meminimalisir kata "jangan", tapi juga menerapkan kata "jangan" untuk hal-hal yang perlu dilarang, untuk menegaskan betapa berbahayanya, tentunya disertai alasan.

5. Memuji anak dengan tepat, jangan sampai terlampau banyak sampai ia gila pujian, jangan sampai terlalu pelit until they spend their life looking for praises.

6. To avoid overstimulate, tapi juga tidak malas menstimulasi.

7. Menyeimbangkan "boleh" dan "tidak boleh". Mengijinkan hal hal untuk dilakukan selama dalam aturan. Membolehkan dengan syarat. Follow the framework.

See how difficult it is?

Monday, May 28, 2018

Rasulullah dan Khadijah

Ngga berani mimpi dan berharap dapet suami seperti Rasulullah, karena yang pantas mimpi dapet suami seperti Rasul-Nya yaa hanya ia yang seperti Khadijah.

Jadi yaa, jangan mengeluh suamimu ngga kayak Rasulullah, karena kamu pun bukan Khadijah.

Karma

I am the kind of people who believe in karma.

Alkisah, ada seseorang yg memperlakukan ibunya buruk. Bukan yang kasar atau gimana, tapi ia dalam perjalanan ke rumahnya dan telfon untuk mengecek apakah ibunya di rumah, begitu diangkat, langsung ditutup lagi, hanya untuk ngecek bener bener ngecek, tanpa mau ngobrol, karena kalau ngobrol jadi lama. Ya emangnya kenapa kalo lama?

Kelar dari rumah ibunya, ia juga tak berjanji kapan akan mengunjunginya lagi.

I know I can't judge, but if I could, with attitude like that, someone just can't dare dreaming that their kids will respect them and come home every once in a while. Because, how could?

Pasangan

Kenapa dibilang pasangan?
Karena sepasang.
Eheeee

Ya gitu maap ya

Dicari aja cocoknya gimana
Kalo kira kira ga cocok ya dicocok cocokin
Pasti ada
Kalo mau berusaha

Yang cewe jangan kesel sama cowok yg nyari istri pinter masak
Ya suka suka dia ajalah sapa tau nemu kan

Yang cowo juga jangan keder takut gamau nyari cewe yg bisa masak krn jaman sekarang banyakan cewe yang bilang "kalo mau yg pinter masak nikah sama chef sana"
Yaa cari aja sapa tau nemu yg pinter masak dan sehati sevisi dan yg jelas mau masakin kamu seumur hidupnya

Saya sendiri sih alhamdulillah bisa aja masak
Tapi ngga pinter wkwkwk
Alhamdulillaaah juga dapet suaminya yang ngga memaksa harus pinter masak
Yang alhamdulillah makan apapun yang dimasak istrinya
Yang alhamdulillah selalu bilang makasih kalo dimasakin istrinya
Alhamdulillaaah

Ibu Kos

Pernah denger tanteku yang waktu itu akan punya menantu bilang, "pokoknya aku mau jadi mertua yang asyik"

Yang langsung kuamiinii dan kemudian jadi cita-citaku juga

Kemudian baru sadar, beberapa peran wanita apalagi yang depannya "ibu" selain ibu kandung itu masih jadi momok banget ya

Ibu mertua
Ibu tiri
Ibu kos

Cita-citaku jadi nambah satu
Bukan, bukan jadi ibu tiri yang asyik 😂

Jadi ibu kos yang asyik 😎

Kids, On Having Your Own Children

You'll see more of what your parents do for you

Kalau kamu perempuan, kamu akan tau bagaimana susahnya jadi ibu
Kalaupun kamu laki laki, kamu akan tau dari bagaimana istri kamu berjuang

Kalau kamu laki laki, pasti kamu akan tau bahwa ayahmu benar benar mengusahakan yang terbaik buatmu
Kalaupun kamu perempuan, kamu juga akan tau pasti karena melihat suamimu

Tentu saja, tidak perlu jadi orang tua dulu untuk tau perjuangan orang tua
Hanya saja, kadang setelah jadi orang tua jadi makin menyadari apa saja yang orang tua kita lakukan, apalagi yang kita tidak tau mereka sudah lakukan untuk kita

Di samping itu semua, kamu pun akan tau bahwa berkeluarga itu bukan cuma untuk anak
Tapi juga tentang memikirkan pasanganmu

Kids, in My Old Days

I wish I'll never ask your time to take care of me, let alone your money

I hope I'll still be able to take care of myself
But I'll be glad anyway with whatever you give to me
I'll be glad if you come once in a while, of course, even though I also know you have a whole new life right in front of your eyes
I only ask for one
To pray for me, for your father, for my parents, for my grandparents

Pray for me everytime you remember me
Doakan, mohonkan ampunan ke Allah ya nak

Heart is Growing

Dikali, bukan dibagi.

Baca artikel tentang sibling rivalry dr bu Elly Risman, she said that dengan bertambahnya anak, hati ini jangan dibagi, tapi dikali. Kalo dibagi kan, makin sedikit. Makin banyak anak, perhatian yang dikasihnya makin sedikit. Tapi kalo dikali kan beda, makin banyak pengalinya, makin besar juga perhatian yang dihasilkan.

I once wrote, when my daughter was born, that my heart grows. I didn't know it's possible, but I don't see my heart as compartment to be shared with so many people. It grows instead, and I'll sure it'll keep on growing.

I'm glad I'm already on the right track in mind :")

Spouse

Some of my friends asked, how do you know he's the one? And I said I don't know. And I guess we never know.

In the end, we just want someone who won't change, and who's willing to change. How's that possible?

Of course we want someone who's willing to change, for the better, always. Who wants to keep learning and learning and once to know what's better they'll go after it definitely. Someone who has common sense.

And of course, we want someone who won't change too. Who won't change this attitude I'm talking above. Because if at some point you stop learning and refuse to be better, then what's the point of living?

And living together.

Living together is supposed to multiply our goodness.

Husband

I love my child, and mom amd dad, also my siblings, despite the fact that we're related by blood where the word "ex" can never exist, which kinda obliges me to love them but I do love them anyway, probably because we're already there since day one and the love grows stronger in the process,

but, he...

He's different kind of love. We're totally unrelated. He was noone, who now is the one. Our day one started when I was 23 and he was 29. We've been together for, what, a year or so? What do you expect? Of course I hate him every once in a while, and I love him too every once in a while.

Unlike my other family, he's the only family member I choose, which makes me wonder did I make the right one.

He was noone, who now is the one. So it kinda makes sense that the feminists are talking about who the hell are men to make us obey them so suddenly?

He was noone, who now is the one. So how can anyone expect me to suddenly put all my respect to him if it's not because of my duty to Allah?

What I realised just now, is that he's the reason I know this new kind of love. He's the one indirectly teaching me how to love only because of Allah, because if I keep counting on how many mistakes he's made, or whatever he's got that's wrong or I dislike (while, of course, not his fault), I would've given up months ago.

No, I don't do this for him, nor for anyone.

I do this for me, and I only hope Allah's blessings with everything I do in this marriage.

Everything I do, is my ladang pahala. Setiap kekurangannya, ladang pahala. Setiap kelebihannya, bonus untukku :")

Sunday, May 27, 2018

Parenting

Pernah baca
Membesarkan anak pertama dengan teori
Anak kedua besar dengan pengalaman
Anak ketiga besar dengan sendirinya 😂

Kata ibu
Kalo jaman dulu kebalik
Karena sharing ilmu belum seluas sekarang
Pendidikan tentang parenting pun masih kurang
Jadi membesarkan anak pertama dengan meraba-raba, coba-coba, ngga pake teori ataupun pengalaman
Anak selanjutnya, baru pake pengalaman DAN teori yang udah mulai muncul akhir-akhir